Unit Pengelola Benih Sumber
(UPBS) BBRMP Sumatera Selatan

Tentang Kami

BBRMP Sumatera Selatan melayani Pengelolaan Produk Instrumen Hasil Standardisasi yang dikelola oleh Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) BBRMP Sumatera Selatan. Produk yang tersedia pada saat ini adalah benih padi. Layanan Benih/Bibit Sumber Spesifik Lokasi yang dikelola oleh Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) BBRMP Sumatera Selatan dapat melalui dua cara yakni melalui bantuan dan melalui pembelian.

Drying Rice 1
Drying Rice 2
Drying Rice 3

Persyaratan Layanan

  • Mengisi identitas sesuai kartu identitas yang dimiliki dan maksud kedatangan melalui form
  • Mengisi form permohonan layanan dengan melampirkan KTP/Kartu Anggota dan lainnya yang masih berlaku
  • Mengisi Survei Kepuasan Pelanggan setelah mendapatkan layanan
  • Permintaan bantuan benih sumber VUB dapat diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
    1. Apabila target PNBP sudah dipenuhi,
    2. Benih digunakan untuk kegiatan display atau sosialisasi yang dilakukan oleh dinas,
    3. Bantuan diberikan pada kondisi tertentu, diantaranya terjadi bencana alam, kekeringan, kebanjiran atau hal-hal lain perlu untuk diberikan bantuan benih,
    4. Pemberian bantuan benih di atas dengan tetap mempertimbangkan ketersediaan stok benih di gudang UPBS.

Varietas Benih Padi

Varietas benih padi unggul yang tersedia di UPBS Sumatera Selatan untuk mendukung peningkatan produksi dan kualitas pertanian

1

Inpari 42 Agritan GSR SS

Varietas Inpari 42 Agritan GSR (Green Super Rice) adalah varietas unggul padi sawah irigasi yang dilepas pada tahun 2016 dengan potensi produktivitas yang tinggi, mencapai sekitar 10 ton per hektar. Tanaman ini memiliki tinggi rata-rata sekitar 93 cm dengan tipe pertumbuhan tegak, batang yang tahan rebah, serta daun bendera yang panjang dan tegak. Umur tanaman Inpari 42 tergolong sedang, yakni sekitar 112 hari setelah sebar atau pindah tanam. Gabahnya berbentuk ramping berwarna kuning jerami, menghasilkan beras dengan kadar amilosa 18,84% serta tekstur nasi yang pulen. Selain itu, varietas ini dikenal ramah lingkungan karena efisien dalam penggunaan air dan pupuk, serta memiliki ketahanan terhadap beberapa hama utama seperti wereng batang coklat biotipe 1, 2, dan 3, serta penyakit hawar daun bakteri patotipe III, IV, dan VIII.

2

Cakrabuana Agritan SS

Varietas padi Cakrabuana adalah varietas padi unggul berumur genjah yang dilepas pada tahun 2018 dengan potensi hasil produksi yang tinggi. Tanaman ini memiliki ciri fisik berupa postur batang yang tegak kokoh dengan tinggi sekitar 95–105 cm, serta daun bendera yang tegak sehingga aman dari serangan burung. Dari segi produktivitas, varietas Cakrabuana mampu menghasilkan rata-rata gabah sekitar 7,5 hingga 7,7 ton per hektar dengan potensi hasil maksimal mencapai 10,2 ton per hektar. Selain itu, varietas ini dikenal tahan terhadap beberapa hama dan penyakit utama seperti wereng batang cokelat dan penyakit blas, serta toleran terhadap kondisi tanah yang agak masam. Beras yang dihasilkan dari padi Cakrabuana memiliki bentuk ramping panjang dengan tekstur nasi yang pulen.

3

INPARI 32 HDB SS

Varietas Inpari 32 HDB adalah salah satu varietas padi unggul yang dilepas pada tahun 2013 hasil persilangan antara Ciherang dan IRBB64. Tanaman ini memiliki tinggi sekitar 97 cm dengan postur tegak, daun bendera tegak, serta batang kokoh yang agak tahan rebah. Umur tanaman tergolong genjah yaitu sekitar 111–120 hari setelah sebar. Varietas ini mampu menghasilkan rata-rata gabah kering gabah (GKG) sekitar 6,30 ton/ha dengan potensi hasil mencapai 8,42 ton/ha. Keunggulan utamanya meliputi ketahanan terhadap penyakit Hawar Daun Bakteri (HDB) atau kresek, serta menghasilkan beras yang berwarna bening dengan tekstur nasi yang pulen.

4

INPARI 32 HDB FS

Varietas Inpari 32 HDB adalah salah satu varietas padi unggul yang dilepas pada tahun 2013 hasil persilangan antara Ciherang dan IRBB64. Tanaman ini memiliki tinggi sekitar 97 cm dengan postur tegak, daun bendera tegak, serta batang kokoh yang agak tahan rebah. Umur tanaman tergolong genjah yaitu sekitar 111–120 hari setelah sebar. Varietas ini mampu menghasilkan rata-rata gabah kering gabah (GKG) sekitar 6,30 ton/ha dengan potensi hasil mencapai 8,42 ton/ha. Keunggulan utamanya meliputi ketahanan terhadap penyakit Hawar Daun Bakteri (HDB) atau kresek, serta menghasilkan beras yang berwarna bening dengan tekstur nasi yang pulen.

5

PB 42 FS

Padi PB 42 (sering dikaitkan atau sejenis dengan IR-42) adalah varietas padi unggul yang dikenal menghasilkan beras pera (tidak lengket), banyak dicari untuk kebutuhan kuliner tertentu seperti ketupat. Karekteristik PB 42 diantaranya: Umur Tanaman relatif pendek hingga menengah (sekitar 4–5 bulan/kurang lebih 110–120 hari), potensi hasi berkisar antara 4 – 5 ton per hektare gabah kering, Bentuk Tanaman: Tegak dengan tinggi sekitar 90 – 105 cm dan jumlah anakan produktif sekitar 20 – 25 batang per rumpun, tahan terhadap wereng coklat biotipe 1 dan 2, tetapi peka terhadap wereng coklat biotipe 3.

6

INPAGO 13 FORTIZ FS

Inpago 13 Fortiz adalah varietas unggul baru (VUB) padi gogo yang dirancang khusus untuk dibudidayakan di lahan kering, sawah tadah hujan, maupun lahan pasang surut dengan pengairan terbatas dengan karakteristik: Umur Panen sekitar 114 hari setelah semai, tinggi tanaman sekitar 124 cm dan bentuk tanaman tegak, tekstur nasi sedang/pulen, rata-rata hasil produksi mencapai 6,53 hingga 8,11 ton per hektar.